Kamis, 28 Mei 2009

Belajarlah Pasti Bisa

Tatkala kita diminta untuk berdo'a disebuah acara, kita tidak mau karena kita tidak bisa;tatkala kita diminta untuk berceramah, kitapun tidak mau karena tidak bisa.

Kemudian tatkala kita diminta untuk menterjemahkan bahasa tamu orang asing, kitapun tidak mau karena tidak bisa;dan lain-lain hal yang memang pada saat itu kita tidak bisa.

Perihal ungkapan ketidakbisaan ini sebenarnya terbagi dua; Ada yang memang wajar jika tidak bisa , namun ada yang tidak wajar jika tidak bisa.

Yang wajar untuk menyatakan tidak bisa misalnya, seseorang ditempatnya selam hidup tidak ada kuda lalu dia tidak bisa menunggang kuda, itu adalah contoh tidak bisa yang wajar;Dan tidak bisa yang tidak wajar yaitu ketika kita tidak bisa membaca Al-qur'an atau lainnya padahal sarana untuk belajarnya ada. Hal itu jelas ketidak bisaan yang tidak wajar. Yang terjadi pada ketidakbisaan jenis ini adalah lebih pada ketidakmauan belajar.

Banyak hal yang seharusnya kita bisa, tapi karena tidak mau belajar maka tidak bisa, yang celakanya adalah sesuatu hal yang kita tidak bisa pun tidak masalah, seharusnya hal seperti itu jadi masalah kita berusah untuk belajar sampai bisa hingga menjadi mahir, malah sesuatu yang sebenarnya kita bisa jadi tidak bisa.

Maka dari itu mari kita belajar dan mudah-mudahan dengan belajar kita menjadi
BISA!!!

UJIAN NASIONAL

Ujian, mungkin bagi kita semua sudah sering dan mengalaminya, sebelum masuk ke Ujian Nasional alangkah baiknya kita tahu dulu apa itu Ujian dan apa itu Nasional.

Menurut beberapa tulisan yang saya baca pengertian Ujian adalah cobaan,percobaan,bisa juga diartikan Pembelajaran untuk menuju yang lebih baik.


Sedangkan Nasional / Nasionalisme yaitu suatu paham yang mempertahankan rasa kebersamaan dan rasa persatuan di sebuah negara.

Jadi bisa di tarik kesimpulan bahwa Ujian Nasional atau sering disingkat UN adalah Sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan(wikipedia)

Namun sayang beberapa dan mungkin banyak adik-adik kita yang masih duduk di bangku sekolah merasa belum siap untuk menghadapi UN, dan sepertinya UN sudah menjadi monster yang menakutkan, lebih menakutkan film-film dan tanayngan mistis yang beredar di tengah-tengah masyarakat kita.

Kita semua tahu beberapa kejadian sebelum dan sesudah Hajatan Depdiknas digelar banyak sekali kejadian yang diluar atau melampau batas seperti di beberapa daerah seperti di Kuningan Jawa Barat ada anak SMK yang diduga stres karena tidak bisa mengikuti UN.

Melihat dari kejadian itu bisa disimpulkan bahwa anak SMK tersebut kemungkinan belum siap aatau merasa tidak mampu mencapai nilai minimal yang telah ditetapkan oleh Depdiknas.

Berbeda dengan ujian yang dibeikan oleh Tuhan kepada para hambaNya, Tuhan memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hambaNya,kalau pada UN ini sebaliknya apakah dia itu mampu atau tidak mampu dengan ujian itu ya sudah berarti dia harus menerima ujian itu dengan ikhlas apapun hasilnya.

Memilih Pemimpin

Senin, 18 Mei 2009
Pada saat ini bangsa kita akan memilih pemimpin untuk menjabat 5 tahun yang akan datang, setelah kemarin kita telah memilih para Wakil Rakyat yang nantinya duduk di Parlemen dan yang sudah mulai dekat yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Dan ini berarti akan menjadi sebuah penentuan terhadap nasib bangsa kita kedepan.Lebih baikkah atau malah sebaliknya?semua tergantung kepada ketepatan Rakyat memilih para pemimpinnya.

Agar tidak salah dalam memilih pemimpin, ada 3 kriteria orang yang layak dipilh menjadi seorang pemimpin.
Yang pertama adalah dari sisi Keshalehannya, berupa ketatatan Ibadah dan kejujurannya, sebab dengan keshalehan dan kejujuran nantinya seorang pemimpin akan dapat mengemban amanah kepemimpinannya.


Kedua adalah Keprofesionalitasnya berupa kemauan untuk bekerja keras, berjuang dan berkorban untuk rakyat. Keshalehan saja tidak cukup, kita butuh pemimpin yang secara kepribadian memang profesional.

Ketiga dari sisi KeDunia Akherantannya,pilihlah pemimpin yang didalam dirinya terdapat tekad yang kuat untuk memperjuangkan kesuksesan di dunia dan di akherat bagi rakyatnya, jadi bukan sekedar mengejar kesejahteraan dunia saja. Sebab sebagai rakyat kita tentu ingin dibimbing ke surga.

Itulah tiga kriteria para pemimpin yang kelak adalah Presiden atau wakil presiden sesuai kriteria Alloh. Sebab dengan pemimipin yang Alloh ridhoi maka kesejahteraan hanya soal waktu saja,
Selamat memilih Pemimpin yang tepat yang Alloh Ridhoi.